Distan Hentikan Eliminasi Anjing Liar

Sebagai antisipasi penyebaran virus anjing gila atau Rabies di Kota Mataram, beberapa waktu lalu Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram melakukan eliminasi Hewan Pembawa Rabies (HPR). Namun, eliminasi mulai pekan ini dihentikan.

Kepala Distan Kota Mataram H Mutawalli menjelaskan, penghentian itu karena ada protes dari komunitas pecinta binatang. Selain itu, persedian racun eliminasi HPR sudah habis.

“Makanya ini kami masih menunggu dikirim. Sudah kami pesan (racunnya),” kata Mutawalli.

Berdasarkan data yang diterima Lombok Post dari Disnakeswan NTB per 31 Maret, jumlah kasus korban gigitan HPR di Kota Mataram ada 21 orang. Dan itu semuanya negatif rabies. Meski demikian, pihaknya tidak boleh lengah, sebab Kota Mataram tetap menerapkan status siaga Rabies.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus rabies, Dinas Pertanian Kota Mataram akan fokus melakukan vaksinasi. Baik untuk anjing liar maupun peliharaan.

“Kami lakukan vaksinasi hampir setiap hari,” jelasnya.

Persediaan vaksin HPR cukup untuk beberapa bulan ke depan. Karena Dinas Pertanian Kota Mataram telah mendapatkan bantuan sebanyak 500 vaksin dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PHDI).

“Jadi untuk warga, silakan bawa hewan peliharaannya untuk diberikan vaksin secara gratis di Puskeswan terdekat,” jelasnya.

Diakuinya, penghentian eliminasi HPR cukup dilematis. Ada tindakan opsional, apakah memilih menyelamatkan nyawa binatang atau manusia. Meski ada nada protes, Mutawalli menegaskan, penghentian eliminasi HPR hanya bersifat sementara.

Karena jumlah populasi HPR di Kota Mataram mencapai 10 ribu ekor. Karena itu, rencananya ia aka menerapkan pengendalian populasi HPR, dengan cara melakukan eliminasi selektif.

“Nanti kita akan coba lakukan eliminasi di wilayah-wilayah yang paling banyak HPR-nya saja,” tandas Mutawalli.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Mataram Hj Kartini Irwani mengatakan, meski ada nada protes dari komunitas pecinta hewan, Pemkot Mataram harus tetap melakukan eliminasi HPR. Ini dilakukan untuk menjamin rasa aman bagi warga masyarakat.

“Bagi saya, eliminasi harus jalan ya. Karena biar bagaimana pun memang kasus gigitannya sekarang negatif, tetapi kita juga harus waspada,” pungkasnya.

Related posts