Public Awareness Rabies Kabupaten Sumbawa

Tanggal 20 Februatri 2019, Mandalika Dog Shelter bersama dengan Lombok Animal rescue diundang oleh Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian dan Pertanian RI untuk membahas tentang Zoonozis Rabies di Kabupaten Sumbawa. drh. Gde Sudiana selaku founder Lombok Animal Rescue dan pengelola Mandalika Dog Shelter menjadi pembicara terkait pengendalian rabies serta cara mengeliminasi sesuai dengan kaidah kesejahteraan hewan.

drh. Gde Sudiana menjadi pembicara pada kasus zoonosis rebies di kantor Bupati Sumbawa

Kita sudah mendengar saat ini Kabupaten Dompu sudah ditetapkan sebagai kawasan yang terkena rabies. Terdapat beberapa kasus gigitan anjing yang berujung kematian pada manusia. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang rabies, saya akan menjelaskan sedikit tentang virus rabies. Apa sih sebenarnya RABIES itu?
Rabies adalah virus yang menyerang saraf dan otak, yang menyebebkan hewan atau manusia akan terlihat “gila” dan perilaku yang tidak terkontrol. Rabies hanya bisa terdeteksi melalui cek otak dan cek sample darah. Seseorang ataupun hewan yang terinfeksi rabies akan takut terhadap air dan cahaya, selain itu tenggorokan yang sulit menelan dan sesak nafas.
Hewan apa saja sih yang dapat menularkan rabies?
HPR ( Hewan Penular Rabies) adalah anjing, kucing, kera, kalelawar, musang, serta hewan lainnya yang memiliki air liur.
Berapa lama sih orang akan bertahan terhadap virus rabies?
Untuk penularan terhadap manusia, akan terlihat efeknya setelah 14 hari sampai 60 hari, tergantung tempat gigitan hewan tersebut. Semakin dekat dengan otak, maka efeknya makin cepat terlihat. Setelah efek terlihat, maka kemungkinan seseorang untuk sembuh semakin kecil. Untuk itu penanganan pertama saat terkena gigitan anjing adalah langsung mencuci luka dengan menggunakan air sabun selama 10-15 menit dengan air yang mengalir. Setelah itu datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk mengecek gigitan dan mendapatkan penanganan.

Lalu gimana sih cara pencegahan rabies?
Ada 5 cara pencegahan rabies:

  1. Hewan wajib divaksin. Seseorang yang memiliki hewan peliharaan wajib memberikan vaksin rabies kepada hewan peliharaannya. Selain untuk keamanan hewan peliharaan, dengan memberikan vaksin rabies jg akan memberikan keamanan kepada pemilik hewan peliharaan.
  2. Hewan Penular Rabies (HPR) harus disterilisasi atau dikastrasi. Dengan begitu hewan tidak akan mau berkeliaran untuk mencari HPR lain. HPR yang tidak dikebiri akan lebih tertarik mencari lawan jenisnya untuk dikawini, sehingga bila tidak dikebiri hewan akan berkeliaran ke mana mana.
  3. Sheltering. Hewan liar yang tidak terjangkit virus rabies diupayakan untuk diberikan pada shelter agar tidak berkeliaran di jalan. Dan jangan biarkan hewan peliharaan keluar ke jalanan, agar tidak mudah berinteraksi dengan hewan liar yang sudah terinfeksi virus rabies
  4. Buang sampah pada bak tertutup agar tidak memancing anjing untuk berkumpul pada bak sampah.
  5. Eliminasi. Bila anjing sudah terdeteksi mengidap rabies, wajib dieliminasi, sehingga tidak menularkan pada hewan lain maupun seseorang

Bagaimana cara eliminasi sesuai dengan kaidah kesejahteraan hewan, sehingga hewan yang tidak terkena rabies tidak ikut tereliminasi?

  1. Hewan yang akan dieliminasi tidak boleh sembarangan. Hewan yang dieliminasi, harus hewan yang benar benar terlihat terkena virus rabies.
  2. Yang berhak mengeliminasi HPR adalah orang-orang yang berwenang. Masyarakat umum dilarang keras untuk mengeliminasi HPR tanpa seizin pemerintah.
  3. Hewan yang dieliminasi wajin dimakamkan selayaknya dengan dikuburkan. Agar nantinya tidak menularkan kepada hewan lainnya

Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Bima dan Dompu telah mengeluarkan surat larangan untuk mengeliminasi secara personal Hewan Penular Rabies, agar sesuai dengan kaidah kesejahteraan hewan. .
Untuk semua masyarakat NTB, Lombok maupun Sumbawa diharapkan dapat memberikan vaksin rabies pada hewan peliharaan kalian. Vaksinasi merupakan cara yang paling efektif dalam memberantas virus rabies. Mari sama sama kita lawan rabies, agar NTB dapat menjadi pulau bebas rabies kembali

Related posts